Salah satu komponen esensial pada kurikulum yaitu "Pengelolaan Kelas". Sebagai seorang pendidik sudah seharusnya
mampu mengelola kelas dengan baik agar terciptanya suatu kondisi yang
optimal dalam proses belajar dan mengajar.
Pengelolaan kelas yang baik
sangat menunjang tersampaikan atau tidaknya informasi pengajaran kepada
peserta didik. Pengelolaan kelas adalah suatu usaha seorang pendidik
untuk menciptakan, mempertahankan dan mengembangkan motivasi belajar
peserta didik.
Keberhasilan pembelajaran membutuhkan
pengelolaan kelas yang baik. Keluhan-keluhan dalam pengelolaan kelas
seharusnya tidak terjadi. Kadang keluhan itu diantaranya pengaturan
ruang kelas atau sarana dan prasarana kelas. Padahal, pengelolaan itu
sendiri merupakan bagaimana guru merencanakan, mengatur, dan melakukan
berbagai kegiatan dikelas sehingga proses belajar mengajar dapat bejalan
dan berhasil dengan baik (Suyanto,2008).
Menurut Rofiq (2009) Berbagai definisi
tentang pengelolaan kelas yang dapat diterima oleh para ahli pendidikan,
yaitu :Pengelolaan kelas didefinisikan sebagai: a) Perangkat kegiatan
guru untuk mengembangkan tingkah laku peserta didik yang diinginkan dan
mengurangkan tingkah laku yang tidak diinginkan. b) Seperangkat kegiatan
guru untuk mengembangkan hubungan interpersonal yang baik dan iklim
sosio emosional kelas yang positif. c) Seperangkat kegiatan guru untuk
menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif.
Pendekatan Kekuasaan
Pengelola kelas diartikan sebagai suatu proses untuk mengontrol tingkat laku anak didik. Peranan guru di sini adalah menciptakan dan mempartahankan situasi disiplin dalam kelas. Kedisiplinan adalah kekuatan yang menuntut kepada anak didik menaatinya. Di dalamnya ada kekuasaan dalam norma yang mengikat untuk ditaati anggota kelas. Melalui kekuasaan dalam bentuk norma itulah guru mendekatinya.
Pendekatan Ancaman
Dari pendekatan ancaman atau intimidasi ini, pengelolaan kelas adalah juga sebagai suatu proses untuk mengontrol tingkah laku anak didik. Tetapi dalam mengontrol tingkat laku anak didik dilakukan dengan cara memberikan ancaman, misalnya melarang, ejekan, sindirian, dan memaksa.
Pendekatan Kebebasan
Pengelolaan diartikan secara suatu untuk membantu anak didik agar merasa bebas untuk mengerjakan sesuatu kapan saja dan dimana saja. Peran guru adalah mengusahakan semaksimal mungkn kebebasan anak didik.
Pendekatan Resep
Pendekatan resep (cook book) ini dilakukan dengan memberi satu daftar yang dapat menggambarkan apa yang harus dan apa yang tidak boleh dikerjakan oleh guru dalam mereaksi semua masalah atau situasi yang terjadi di kelas. Dalam daftar ini digambarkan tahap demi tahap apa yang harus dikerjakan oleh guru. Peran guru hanyalah mengikuti petunjuk seperti yang tertulis dalam resep.
Pendekatan Pengajaran
Pendekatan ini didasarkan atas suatu anggapan bahwa dalam suatu perencanaan dan pelaksanakan akan mencegah munculnya masalah tingkah laku anak didik, dan memecahkan masalah itu bila tidak bisa dicegah. Pendekatan ini menganjurkan tingkah laku guru dalam mengajar untuk mencegah dan menghentikan tingkah laku anak didik yang kurang baik. Peran guru adalah merencanakan dan mengimplementasikan pelajaran yang baik.
Pendekatan Perubahan Tingkat Laku
Sesuai dengan namanya, pengelolaan kelas diartikan sebagai suatu proses untuk mengubah tingkah laku anak didik. Peranan guru adalah mengembangkan tingkah laku yang baik, dan mencegah tingkah laku yang kurang baik. Untuk itu menurut pendekatan tingkah laku yang baik atau positif harus dirangsang dengan memberikan pujian atau hadiah yang menimbulkan perasanaan senang dan puas. Sebaliknya, tingkah laku yang kurang baik dan melaksanakan program kelas harus diberi sanksi atau hukuman yang akan menimbulkan perasaan tidak puas dan pada gilirannya tingkah laku tersebut akan dihindari.
Pendekatan Suasana Emosi dan Hubungan Sosial
Pendekatan pengelolaan kelas berdasarkan suasana perasaan dan suasana social di dalam kelas sebagai sekelompok individu cenderung pada pandangan psikologi kliniks dan konseling. Menurut pendekatan ini pengelolaan kelas merupakan suatu proses menciptakan iklim atau suasana emosional dan hubungan social yang positif. Suasana emosional dan hubungan social yang positif, artinya ada hubungan yang baik yang positif, artinya ada hubungan yang baik dan positif antara guru dengan peserta didik, atau antara anak didik dengan anak didik.
Pendekatan Proses Kelompok
Pengelolaan kelas diartikan sebagai suatu proses untuk menciptakan kelas sebagai suatu sistem social, di mana proses kelompok merupakan yang paling utama. Peranan guru adalah mengusahakan agar perkembangkan dan pelaksanaan proses kelompok yang efektif. Proses kelompok adalah usaha guru mengelompokkan anak didik ke dalam beberapa kelompok dengan berbagai pertimbangan individual sehingga tercipta kelas yang bergairah dalam belajar.
Pendekatan Elektis atau Pluralistik.
Pendekatan elektis ini menekankan pada potensialitas, kretivitas dan inisiatif wali/guru kelas dalam memilih beragai pendekatan tersebut berdasarkan situasi yang dihadapinya. Penggunaan pendekatan itu dalam suatu situasi mungkin dipergunakan salah satu dan dalam situasi lain mungkin harus mengombinasikan dan atau ketiga pendekatan tersebut. Pendekatan elektis di sebut juga pendekatan pluralistik, yaitu pengelolaan kelas yang berusaha menggunakan berbagai macam pendekatan yang memiliki potensi untuk dapat menciptakan dan mempertahankan suatu kondisi yang memungkinkan proses belajar mengajar berjalan efektif dan efisien.
Referensi :
hilmaputri.blog.upi.edu/2017/02/28/pengelolaan-kelas
http://bdkpalembang.kemenag.go.id/peranan-guru-dalam-pengelolaan-kelas-efektif/

pengelolaan kelas yg baik oleh seorang guru sangat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan pelajaran yang telah di rumuskan
BalasHapusBrnar bu, tanpa kelas yang kondusif tujuan belajar rasanya akan sulit tercapai
BalasHapusBila guru tidak bisa mengatur kelas ny dgn baik maka siswa akan susah menangkap apa yg di pelajari ny . Disni guru di tuntut utk bisa mengelola kelas dgn baik .
BalasHapusEvaluasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kurikulum.
BalasHapusLahirnya interaksi yang optimal bergantung dari pendekatan yang guru lakukan dalam rangka pengelolaan kelas
BalasHapusPengelolaan Kelas/tempat belajar
BalasHapusMerupakan upaya mendayagunakan potensi kelas dengan cara melakukan seleksi terhadap penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problema dan situasi kelas.
Pengelolaan Kelas/tempat belajar
BalasHapusMerupakan upaya mendayagunakan potensi kelas dengan cara melakukan seleksi terhadap penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problema dan situasi kelas.
pengelolaan kelas yang baik sangat berpengaruh sebagai penunjang tersampai atau tidaknya informasi pengajaran kepada pserts didik. jadi sebagai seorang pendidik sudsh seharusnya mampu mengelola kelas dengan sebaik mungkin agar terciptanya pembelajaran yg kondusif dan menyenangkan bagi pserta didik dalam proses beljar pembeljaran...
BalasHapusPengelolaan kelas menjadi tugas dan tanggung jawab guru dengan memberdayakan segala potensi yang ada dalam kelas demi kelangsungan proses pembelajaran. Oleh sebab itu, guru sudah semestinya memiliki perilaku dan kemampuan yang memadai untuk mengembangkan siswanya secara utuh.
BalasHapusPengelolaan kelas menjadi penting agar tercipta suasana belajar yang menyenangkan.(your visiting in wait at my blog, pleas)
BalasHapusIya..komponen kurikulum sangat penting untuk pembelajaran di sekolah...
BalasHapusPengelolaan kelas sangat penting dalam pembelajaran
BalasHapusPeranan guru adalah mengembangkan tingkah laku yang baik, dan mencegah tingkah laku yang kurang baik.😊
BalasHapus