IMPLEMENTASI K13 DAN KENDALA DALAM PELAKSANAANNYA DI SEKOLAH DASAR



Pada Umumnya Kurikulum 2013 sudah diterapkan di sebagian SDN yang tersebar di Kecamatan Muara Sabak Timur hanya saja di tempat saya bertugas tepatnya di SDN 117/X Muara Sabak Timur masih menggunakan kurikulum lama yaitu KTSP, dengan demikian saya melakukan observasi di SD yang cocok untuk saya ceritakan pada artikel kali ini tentunya SD yang sudah melaksanakan K13 dan saya tertarik mengobservasi di SDN 76/X Muara Sabak Timur yang kebetulan lokasinya tidak begitu jauh dari rumah saya. Adapun kelas yang saya observasi adalah di kelas II.
Hasil observasi yang saya lakukan terhadap aktivitas pembelajaran tematik di kelas II SDN 76/X Muara Sabak Timur, menurut pengamatan saya pembelajaran yang berlangsung memang sudah tematik, namun belum berkesinambungan, masih terdapat sekat pemisah yang terlihat jelas antara satu kegiatan pembelajaran dengan kegiatan pembelajaran yang lainnya sehingga masih terlihat kesan mata pelajaran di dalamnya bukan tema.
Kegiatan pembelajaran yang berlangsung pun belum sepenuhnya mengacu pada RPP yang digunakan. Beberapa kegiatan yang terdapat pada RPP tidak sesuai dengan apa yang dilaksanakan pada kegiatan. Setelah melakukan kesempatan saya mencoba untuk mewawancara wali kelas II yaitu ibu Maini S.Pd, Menurut Ibu Maini, S.Pd selaku guru kelas II SDN 76/X Muara Sabak Timur, hambatan penerapan kurikulum 2013 ini adalah terbatasnya media pembelajaran yang tersedia di sekolah, kreatifitas guru yang berbeda-beda, dan SDM guru yang belum sepenuhnya siap. Khususnya tentang media pembelajaran, di SDN 76/x banyak sekali CD/DVD interaktif yang tersedia, namun fasilitas pendukungnya seperti LCD proyektor dan tape tidak tersedia. Dari apa yang telah disampaiakan oleh ibu Maini, S.Pd tersebut dapat disimpulkan bahawa kendala pertama adalah fasilitas serta media yang belum mendukung. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa K13 dituntut untuk anak kreatif dan inovativ tetapi dengan keterbatasan fasilitas disekolah tentu saja bisa menjadi pengaruh untuk melaksanakannya.
Selain itu ditambahakan lagi oleh ibu Maini, S.Pd Dalam Pelaksanaan K13 yang berjalan baru beberapa tahun ini di SDN 76/x terdapat kendala lain yang dihadapi oleh guru adapun kendala yang dirasakan oleh guru dalam menjalankan kurikulum 2013 tersebut ialah  dalam proses penilaiannya. Ibu Maini, S.Pd mengatakan “proses penilaian kurikulum 2013 cenderung  lebih ribet dan repot dibanding KTSP”. Dimana guru harus memberikan penilaian dari segala aspek dan indikator, dalam satu kegiatan pembelajaran, masing-masing anak harus dinilai rinci, hal ini membuat guru harus mencermati karakter tiap-tiap murid agar bisa memberi nilai dengan adil hanya saja aspek ang harus dinilai terlalu banyak sehingga menjadi rumit. Di mana penilaian dimulai dari awal siswa masuk kelas sampai mereka keluar dari kelas, semua model dari setiap siswa harus dinilai. Bahkan dalam proses berdoa dalam memulai pembelajaran itu sudah harus diberikan penilaian.  Sedangkan kendala untuk siswa adalah bertambahnya beban belajar siswa dimana dalam satu keadaan proses belajar mengajar siswa harus mempelajari beberapa pelajaran seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan juga IPA.
Dibanding KTSP yang proses pemberian penilaian dilaksanakan saat dalam penulisan raport dan yang dinilai dalam kesehariaanya hanya berdasarkan dari tugas-tugas yang diberikan. kalau masalah menyangkut sikap dan sebagainya itu diakumulasikan semua saat  pemberian nilai di raport. Sedangkan Kurikulum 2013 guru dituntut harus memberikan penilainnya setiap hari, dari setiap kompetensi dasar. Setiap KD yang diberikan itu mempunyai banyak indikator, dan setiap indikator ini diberikan penilaiannya terhadap setiap siswa  dengan berbagai macam aspek yang dijadikan tolak ukur dalam pemberian penilaian. Dimulai dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran.
Proses pemberian nilai saja memakan banyak waktu belum lagi pemberian materi yang akan disampaikan dikelas.  Menurut mereka karena ini baru mereka menghadapi proses penilaian seperti ini membuat mereka kesulitan dalam proses pemberian penilaian.
            Itulah beberapa kendala dalam implementasi kurikulum K13 yang saya temukan di sekolah yang saya rangkum dari pengamatan dan di perkuat dengan wawancara, mudah mudahan bermanfaat bagi pembaca.



Komentar


  1. Pada Umumnya K13 sudah diterapkan di sebagian SDN yang tersebar di Kecamatan Muara Sabak Timur hanya saja di tempat bpak bertugas tepatnya di SDN 117/X Muara Sabak Timur masih menggunakan kurikulum lama yaitu KTSP , bisakah bpak jelaskan kenapa demikian ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pelaksanaan k13 di sekolah di lakukan secara bertahap dan dimulai dr sekolah yg sudah siap, seperti fasilitas, guru yang telah di latih dsb. Insyaallah tahun depan k13 di sekolah kami dpt dilaksanakan

      Hapus
  2. Bagaimana menurut saudara cara menyikapi pembelajaran yang tidak sejalan dengan RPP yang dibuat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang terkadang apa yg telah kita buat dan kita rencanakan kadang mendapat perubahan ketika proses pelaksanaannya di kelas, biasanya itu karena faktor kondisi dan situasi yang tidak pas dengan rencana awal, dengan demikian guru harus sudah menyiapkan rencana cadangan dlm mengajar 😀

      Hapus
    2. Memang terkadang apa yg telah kita buat dan kita rencanakan kadang mendapat perubahan ketika proses pelaksanaannya di kelas, biasanya itu karena faktor kondisi dan situasi yang tidak pas dengan rencana awal, dengan demikian guru harus sudah menyiapkan rencana cadangan dlm mengajar 😀

      Hapus
  3. saya rasa permasalahan yang dihadapi oleh sekolah selaku pelaksana kurikulum 2013 sama, dan ini harus menjadi perhatian kita bersama lebih khusus lagi salaku pemegang kebijakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju pak, problem" yang terjadi dlm plaksanaan k13 hendaknya harus mempunyai solusi jitu agar problem" tsb dpt di minimalisir

      Hapus
    2. Setuju pak, problem" yang terjadi dlm plaksanaan k13 hendaknya harus mempunyai solusi jitu agar problem" tsb dpt di minimalisir

      Hapus
  4. Dalam pelaksanasn kurikulum 2013, ada beberapa kendala salah satunya kompetensi pendidik.Bagaimana cara memotivasi pendifik agar mau meningkatkan kompetensi pribadi ?

    BalasHapus
  5. Sangat menarik artikel yang Rezi tuliskan tentang kurtilas,banyaknya masalah yang dihadapi oleh sekolah pelaksana tentunya akan menjadi cambuk bagi kita untuk selalu mencari solusi dari masalah tersebut

    BalasHapus
  6. ass, dari penjelasan di atas bahwa permasalahan yang ditemukan dilapangan tidak jauh dari permasalahan yang biasa kita temukan di sekolah sekolah lain, dari beberapa permasalahan tersebut, upaya apa yang telah dilakukan oleh guru, kepala sekolah, ataupun dinas terkait dalam menyelsaikan masalah dan temuan dilapangan itu?

    BalasHapus
  7. Jika permasalahan yg dihadapi oleh guru adalah media,sarana dan prasarana,tentu itu bisa diatasi pak,dengan memanfaatkan lingkungan sekitar saya rasa bisa,untuk itu dituntut keaktifan dan ketrampilan guru agar media yg awalnya menjadi penghambat,dgn memanfaatkan lingkungan sekitar sbg media,membuat pembelajaran menjadi menyenangkan

    BalasHapus
  8. Kurikulum 2013 sudah diterapakan tapi ada kendala salah satunya penyaluran buku yang belum merata. Apa yang harus dilakukan agar penyaluran buku dapat merata sedangkan pembelelajan kurikulum 2013 sudah dilaksanakan di sekolah??

    BalasHapus
  9. nah dari paparan dan hasil observasi pak rezi di atas mengenai kegiatan pembelajaran yang belum sepenuhnya mengacu pada RPP yang di gunakan dan masih terdapat sekat pemisah antra satu kegiatan dengan lainnya ,sehingga msih terlihat kesan mata pelajran di dalamnya bukan tema,nah bagaimana menurut pak rezi mengatasi problematika dan upaya apa yang seharusnya kita lakukan sebagai tenaga pendidik mengatasai permasalahan trsebut..trima ksih

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. Menurut anda Sebagai seorang guru bagaimana cara mengatasi kendala dalam sarana dan prasana dalam pembelajaran k13 khususnya di daerah terpencil?

    BalasHapus
  12. Dengan adanya pengembangan dari kurikulum pada setiap satuan pendidikan termasuk di dalmnya kita bisa menentukan sarana prasarana yg dapat menunjang keberhasilannpembelajaran yang sesuai dengan lingkungan sekolah dan disini perlunya guru yg kreatif .

    BalasHapus
  13. implementasi k13 belum terlaksana keseluruh sekolah untuk itu perlu bimbingqn baik guru ataupun sarana dan prasarana untuk implementasi k 13

    BalasHapus
  14. implementasi k13 belum terlaksana keseluruh sekolah untuk itu perlu bimbingqn baik guru ataupun sarana dan prasarana untuk implementasi k 13

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali ibu.. Terima kasih sudah berkunjung 😀🙏

      Hapus
  15. Artikel yg Sangat bagus pak rezi,dan saya sangat bangga pernah merasakan tinggal di daerah tersebut,saya hampir 2 bulan melaksanakan KKN di sana dan sekaligus membantu di sekolah dasar dalam pelaksanaan proses mengajar,tapi di sana sangat minim akan tenaga pendidik sehingga kepala sekolah pun merangkap menjadi wali kelas,dan banyak siswa yg di kelas Tinggi masih butuh perhatian khusus dalam pembelajaran membaca,nah bagaimana menurut pak Rezi agar bisa di terapkan sistem kurikulum k13? Terimakasih

    BalasHapus
  16. Penilaian pada K-13 tidak banyak hanya pada 3 aspek yaitu aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan.

    BalasHapus
  17. Kurikulum 2013, menuntut guru untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif. Artinya, guru harus menjadi manusia pembelajar. Permasalahannya, masih banyak guru yang belum mau menjadi manusia pembelajar. Padahal, seorang guru dituntut untuk terus menambah pengetahuan dan memperluas wawasannya, terlebih setelah diberlakukannya kurikulum 2013.

    BalasHapus
  18. Nah, pemberian penilaian dilaksanakan saat dalam penulisan raport dan yang dinilai dalam kesehariaanya hanya berdasarkan dari tugas-tugas yang diberikan. kalau masalah menyangkut sikap dan sebagainya, bagaimana cara guru menilai?

    BalasHapus
  19. Apakah ada acuan dasar yang digunakan untuk menentukan kurikulum?

    BalasHapus
  20. Kurikulum k-13 mengharuskan guru menjadi guru pembelajar yg aktif dan berinopatif dan mampu mengoperasikan komputer/IT...guna utk meningkatkan pendidikan...yg lebih maju dan lebih baik yg sesuai dgn perkembangan zaman...wslm...

    BalasHapus
  21. Evaluasi kurikukum di laksanakan agar guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan pembelajaran

    BalasHapus

Posting Komentar